Kebencian, permusuhan, kekerasan ekstrem, dan matinya empati yang marak belakangan ini sebagian adalah hasil dari pola asuh dan pola didik yang tak mengindahkan krusialnya periode paling awal kehidupan (usia dini).
Kasih sayang, sikap hormat, jujur, tanggungjawab, disiplin, daya juang, sabar.... semua itu bukan sesuatu yang bisa diciptakan dengan pengajaran ala tekan tombol atau voice dialing pada telepon pintar. Semua itu hasil proses panjang pembentukan dan pembangunan.
Silakan Bapak Presiden Joko Widodo membiarkan birokrasi pendidikan terus bermain-main, dan tak mau melihat krisis besar pendidikan, terutama pada jenjang anak usia dini dan sekolah dasar.
Di tingkat bawah, birokrasi pemerintahan masih bergembira-ria menjadi bagian dari krisis besar itu. Mungkin tidak benar-benar bergembira-ria, karena jangan-jangan benar bahwa mereka memang "tidak ada dana operasional" untuk menjalankan tugas yang sudah diamanahkan.
Manapun yang benar di antara dua kemungkinan itu, artinya birokrasi tidak mungkin diharapkan mengatasi krisis. Mereka belum selesai dengan dirinya sendiri.
Tidak apa-apa. Di tingkat bawah cukup banyak inovator dan pejuang pendidikan yang peduli untuk melawan krisis. Dan saya cukup senang menjadi penggembiranya. Lupakan birokrasi. Abadikan karya-karya mereka dengan tulisan, sebagai bentuk kepedulian pada
Pendidikan Anak Usia Dini.
Kasih sayang, sikap hormat, jujur, tanggungjawab, disiplin, daya juang, sabar.... semua itu bukan sesuatu yang bisa diciptakan dengan pengajaran ala tekan tombol atau voice dialing pada telepon pintar. Semua itu hasil proses panjang pembentukan dan pembangunan.
Silakan Bapak Presiden Joko Widodo membiarkan birokrasi pendidikan terus bermain-main, dan tak mau melihat krisis besar pendidikan, terutama pada jenjang anak usia dini dan sekolah dasar.
Di tingkat bawah, birokrasi pemerintahan masih bergembira-ria menjadi bagian dari krisis besar itu. Mungkin tidak benar-benar bergembira-ria, karena jangan-jangan benar bahwa mereka memang "tidak ada dana operasional" untuk menjalankan tugas yang sudah diamanahkan.
Manapun yang benar di antara dua kemungkinan itu, artinya birokrasi tidak mungkin diharapkan mengatasi krisis. Mereka belum selesai dengan dirinya sendiri.
Tidak apa-apa. Di tingkat bawah cukup banyak inovator dan pejuang pendidikan yang peduli untuk melawan krisis. Dan saya cukup senang menjadi penggembiranya. Lupakan birokrasi. Abadikan karya-karya mereka dengan tulisan, sebagai bentuk kepedulian pada
Pendidikan Anak Usia Dini.





